Rabu, 05 September 2012

proses transfer melalui membran


PRAKTIKUM BIOLOGI

A.    TUJUAN       
Untuk mengetahui proses transfer melalui membran.

B.    WAKTU PELAKSANA
                        Hari/tanggal   :Jum’at, 19Agustus 2011
Tempat            :Lab Biologi SMA Negeri 2 Sumbawa Besar. 
           
C.     LANDASAN TEORI
            Osmosis merupakan difusi air melintasi membrane semi permeable dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit . Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air , yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energy bebas dari pada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama.  Energi bebas suatu zat per unit jumlah, terutama  perberat gram molekul (energy bebas mol-1) disebut potensial kimia. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (http://www.google.co.id).

            Osmosis adalah difusi melalui membrane semi permeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis.  Dalam tubuh organism multiseluler, air bergerak dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air, molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2  juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membrane tersebut telah mencapai keseimbangan (http://www.wikipedia.org.id) .

            Struktur dinding sel dan membrane sel berbeda. Membran memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsure terlarut ; dinding sel primer biasanya sangat  permeable terhadap keduanya. Memang membrane sel tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga bila timbul tekanan di dalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi saat sel darah merah dimasukkan dalam air. Sel yang turgid banyak berperan dalam menegakkan
Tumbuhan yang tidak berkayu (Kusumawati, Rohana dan Wigawati Hadi Omegawati. 2011).
           
Prinsip osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic (potensi rendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jikalokasi hypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis). Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press. Jika dijelaskan sebagai konsep termodinamika, osmosis dapat di analogikan sebagai proses perubahan entrropi. Komponen solvent murni memiliki entropi rendah, sedangkan komponen berkandunagan solute tinggi memiliki entropi yang tinggi juga. Mengikuti Hukum Termo II: setiap perubahan yang terjadi selalu menujukon diientropimaksimum, maka solvent akan mengalir menuju tempat yang mengandung solute lebih banyak, sehingga total entropi akhir yang diperoleh akan maksimum. Solventakan kehilanga nentropi, dan solutekan menyerapentropi. "Orang miskin akan semakin miskin, sedang yang kaya akan semakin kaya". Saat kesetimbangan tercapai, entropi akan maksimum, atau gradien (perubahan entropi terhadap waktu) = 0. Ingat: pada titik ekstrim, dS/dt = 0 (www.crayonpedia.com). 

D.    ALAT DAN BAHAN
·        Kentang
·        Pelubang gabus
·        Timbangan
·        Silet
·        Larutan Aquades
·        Larutan Gula
·        Penggaris
·        Kertas saring
·        Spatula
·        Tissue


C.  CARA KERJA           
·         Mengambil bagian kentang dengan menggunakan pelubang gabus sebanyak 3 bagian.
·         Kemudian memotong bagian kentang dengan ukuran 2 cm sebanyak 6 potong.
·         Membagi keenam potong bagian kentang menjadi 2 bagian, masing-masing 3 potong.
·         Mengukur salah satu bagian, sebagai sampel.
·         Setelah itu, memasukkan sebagian ke air aquades dan bagian lain kelarutan gula.
·         Menunggu selama 10 menit.
·         Mengangkat kedua bagian kentang.
·         Kemudian mengukur kembali kedua kentang.
·         Mengamati perubahan setelah dimasukkan ke dalam larutan gula dan air aquades.


E.     TABEL PENGAMATA
NO
DESKRIPTOR
KEADAAN AWAL
AQUADES
LARUTAN GULA
KETERANGAN
1
BERAT
3.6 gr
3.6 gr
4.7 gr
-
2
PANJANG
2 cm
2 cm
2 cm
-
3
STRUKTUR
keras
keras
lembek
-
4
WARNA
kuning
kuning
Kuning kecoklatan
-


F.     PEMBAHASAN
Saat kentang direndam dalam larutan gula maka akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis. Sel-sel kentang kekurangan air (isisel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembek. Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya,  juga semakin banyak pengurangan beratnya. Terjadi penurunanberat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.
Untuk kentang  yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam
keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.


G.    KESIMPULAN
Dari hasil percobaan yang telah saya lakukan, dapat disimpulkan bahwa kentang yang semula memiliki berat yang sama-sama 3.6 gr, warna yang sama-sama kuning, dan struktur yang keras, jika direndam dalam larutan gula selama 10 menit, dapat mengalami perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis.Sedangkan kentang  yang direndam dalam aquades selama10menit, peristiwa yang terjadi yaitu air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang,  karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air.






















DAFTAR PUSTAKA

Kusumawati, Rohana dan Wigati Hadi Omegawati. 2011. Biologi. Klaten: Intan Pariwara
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar