Selasa, 04 September 2012

pengaruh media tanam pada pertumbuhan tanaman jagung.


BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
     Salah satu ciri makhluk hidup adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Begitu juga dengan pertumbuhan pada biji-bijian. Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran yang bersifat permanen (tetap), tidak dapat dibalik, dan bersifat kuantitatif. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan menuju kedewasaan yang bersifat kualitatif.
Setiap tanaman pasti akan membutuhkan tempat untuk tumbuh yang tepat agar mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan baik. Media tanam merupakan salah satu komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.
Namun, dibalik segala kegunaan pertumbuhan biji-bijian yang baik  itu ada faktor-faktor yang mungkin sebagian orang tidak mengetahuinya. Oleh sebab itu kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pembuatan makalah ini.

1.2  Rumusan Masalah
       1. Pada media tanam manakah biji jagung mengalami pertumbuhan cepat?
       2. Berapa lama waktu yang diperlukan hipokotil biji jagung agar dapat tumbuh di atas                        media tanam?


1.3  Tujuan
            Mengamati pengaruh media tanam pada pertumbuhan tanaman jagung.

            Untuk memperluas wawasan ilmu pengetahuan penulis maupun kalangan peneliti lainnya yang berhubungan dengan pengolahan pertumbuhan tanaman jagung pada media tanam yang berbeda.
            Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang pengaruh media tanam dan unsur hara yang terjadi pada pertumbuhan tanaman jagung.















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
            Pertumbuhan yaitu proses pertambahan jumlah, bentuk, ukuran serta fungsisel akibat adanya pembelahan sel. Bersifat kuantitatif, dapat diukur dengansuatu alat ukur tertentu, serta dapat terlihat secara fisik dan bersifat irreversibel.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu :
1.    Pertumbuhan Primer
            Pada akhir proses perkecambahan, tumbuhan membentuk akar, batang, dan daun. Pada ujung batang dan ujung akar terdapat sel – sel yang memiliki struktur dan fungsi yang khusus. Sel – sel meristem menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang.Proses pertumbuhan ini disebut pertumbuhan primer.
Daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar dibelakang meristemapikal, menurut aktivitasnya, dapat dibedakan menjadi tiga daerah berikut:
a. Daerah pembelahan sel,
          terdapat dibagian ujung. Sel – sel di daerah iniaktif membelah, dan sifatnya meristematis.
b. Daerah perpanjangan sel,
        terletak dibelakng daerah pembelahan,merupakan daerah dengan ciri tiap sel memiliki aktivitas untuk mebesar dan memanjang
c. Daerah deferensiasi ,
            merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus. Meristem ujung batang (meristem apikal) membentuk primordium daun. Padasudut antara daun dan batang terdapat sel-sel yang dipertahankan sebagaisel-sel meristimatis. Bagian ini akan berkembang menjadi cabang. Di belakang daerah diferensiasi terdapat jaringan dewasa atau permanen (Anonim, http://scripd.com diakases pada tanggal 26 Juli 2012).



2.    Pertumbuhan Sekunder
       Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosis pada jaringan meristem sekunder (meristem lateral) sehingga mengakibatkan diameter batang dan akar bertambah besar. Ada dua macam meristem lateral, yaitu kambium vaskuler dan kambium gabus (Rohana Kusumawati dan Muhammad Luthfi Hidayat, 2012).

            Sementara itu, Perkembangan merupakan suatu perubahan yang teratur dan berkembang umumnya menuju keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks. Perkembangan dikenal juga dengan morfogenesis. Perkembangan meliputi proses tumbuh dan diferensiasi. Selain dengan mengukur volume parameter lain dalam mengukur pertumbuhan adalah dengan mengukur berat basah dan berat kering tumbuhan.

2.2    Faktor-faktor petumbuhan dan perkembangan tumbuhan
A.     Faktor dalam (Internal)
1.  Gen
 Gen penentu pertumbuhan dan perkembangan terdapat di dalam sel. Selmerupakan kesatuan hereditas karena di dalamnya terdapat gen yang bertanggung jawabdalam pewarisan sifat keturunan/hereditas. Gen juga berperan sebagai pembawa kodeuntuk pembentukan protein, enzim, dan hormon. Enzim dan hormon ini mempengaruhi berbagai reaksi metabolisme untuk mengatur dan mengendalikan pertumbuhan.

2.     Hormon
 Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon. Hormon tumbuhan adalah senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan dan kemudian diangjut ke bagian lain, yang dengan konsentrasi rendah dapat menyebabkan suatu dampak fisiologis.

3.        Auksin
              Auksin adalah zat yang dihasilkan oleh ujung tumbuhan yang berpengaruh besar  pada pertumbuhan. Auksin berperan dalam generasi biji yang baru. Mikronutrien , berfungsi sebagai kofaktor-kofaktor reaksienzimatik, hanya berfungsi sebagai katalitik yang hanya dibutuhkan dalam jumlah sangatkecil.Pengambilan nutrien dari tanah pada umunya bersamaan dengan pengambilan air sebagai pelarutnya. 80%- 85% massa tanaman herba adalah air yang diakumulasi divakuola tengah.Kekurangan air pada tumbuhan akan meningkatkan sintesis asam abisat, yaitu hormoneyang dapat menghambat pertumbuhan, dan juga sintesis hormone-hormon lainnya sepertiauksin, giberalin, dan sitokinin. Air juga memprngaruhi kadar enzim dan substrat , yangdapat mempercepat pembentukan bunga dan biji, untuk mempercepat siklus hidupnya.

B.     Faktor luar (eksternal)
1.      Cahaya
                   Tumbuhan membutuhkan cahaya karena cahaya matahari sangat menentukan prosesfotosintesis tumbuhan. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Banyaknya cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama padasetiap tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan tinggi karena cahayadapat menguraikan auksin. Hal ini dapat dilihat pada tumbuhan yang berada di tempatgelap akan akan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang berada di tempat terang.Tetapi tumbuhan yang ada di tempat gelap itu akan menjadi pucat karena kekuranganklorofil, kurus, dan daun tidak berkembang. Tumbuhan seperti itu disebut mengalami etiolasi.
  
               Berdasarkan respon tumbuhan terhadap periode penyinaran ini,tumbuhan dibagi menjadi :
    A.Tumbuhan berhari pendek (short-day plant)
            Tumbuhan yang berbunga jika lama pencahayaan lebih pendek dari kegelapanumumnya kurang dari 12 jam sehari. Tumbuhan ini tidak akan berbunga jikalamanya terang diperpanjang. Kelompok tumbuhan ini berbunga pada akhir musim panas atau musim gugur.contohnya aster, krisan, dan dahlia.

   B.Tumbuhan berhari panjang (long-day plant)
               Tumbuhan yang berbunga jika lama pencahayaan lebih panjang dari kegelapanumumnya selama 14-16 jam sehari. Tumbuhan ini tidak akan berbunga jika lamaterangnya diperpendek. Kelompok tumbuhan ini berbunga pada musim semi.Contohnya bayam, kentang, dan gandum.


C.Tumbuhan hari sedang
        Tumbuhan yang berbunga jika mendapat penyinaran sekitar 12 jam sehari.Tumbuhan ini tidak dapat berbunga jika jika mendapat penyinaran kurang dari ataulebih. Contohnya kacang dan tebu.

D.Tumbuhan hari netral (neutral-day plant)
               Tumbuhan yang pembungaannya tidak tergantung pada panjang penyinaran.Contohnya bunga mawar, bunga matahari, anyelir, tomat, dan kapas.Respon tumbuhan terhadap penyinaran meliputi proses dormansi, perkecambahan, perkembangan batang dan akar, serta pembungaan.

2.        Suhu
               Pada umumnya, tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, suhu seperti itu disebut suhu optimum. Suhu paling rendahyang masih memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh diebut suhu minimum, sedangkansuhu paling tinggi yang masih memungknkan tubuhan untuk tumbuh disebutsuhumaksimum. Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 10-38ºC dan umumny tumbuhantidak dapat tumbuh pada suhu di bawah 0ºC dan di atas 45ºC. Perubahan suhu dapatmempengaruhi pertumbuhan yang meliputi reproduksi, fotosintesis, respirasi dantranspirasi. Selain itu, suhu juga mempengaruhi kerja enzim dalam tubuh tunbuhan yang bekerja pada proses metabolisme, oleh karena itu suhu haruslah sesua karena bila suhuterlalu tinggi atau terlalu rendah enzim akan rusak.

3.    Oksigen
               Kandungan oksigen juga mempengaruhi pertumbuhan organisme. Oksigenmempengaruhi pertumbuhan bagian tumbuhan di atas tanah maupun pertumbuhan akar yang berada di dalam tanah . Untuk mendapatkan oksigen yang cukup, bagian akar memerlukan aerasi yang baik. Konsentrasi oksigen sangat ditentukan oleh mediumtempat tumbuhan berada. Jika tanah mengandung banyak oksigen, pertumbuhan akar akan semakin baik.

4.      Kelembapan
                        Kelembapan udara dan tanah berpengaruh dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrien. Tanah dan udara lembap berpengaruh baik bagi pertumbuhan. Kondisi lembap menyebabkan banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel-sel. Dengan demikian,sel-sel akan lebih cepat mencapai ukuran maksimum sehingga tumbuhan akan bertambah besar. Kelembapan tanah juga mempengaruhi kandungan zat organic di dalam tanah.Semakin tinggi kandungan bahan organic dalam tanah, semakin banyak pula jumlah air yang dapat diikat oleh tanah. Kedaan ini dapat mengurangi kepadatan struktur tanahsehingga porositas dan sirkulasi menjadi lebih baik (Sababjalal, http://sababjalal.wordpress.com diakses pada tanggal 26 Juli 2012).

2.3    Definisi Perkecambahan
            Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Perubahan embriosaat berkecambah biasanya adalah radikula yang tumbuh dan berkembang jadi akar,selanjutnya plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang dan daun.Berdasar letak kotiledon saat berkecambah,perkecambahan dibagi 2 tipe, yaitu:
1.      Perkecambahan epigeal
                        Perkecambahan epigeal adalah bila terjadi pemanjangan hipokotil sehinggamengakibatkan hipokotil dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Contoh pada kacang hijaudan jarak.
2.      Perkecambahan Hipogeal
                        Perkecambahan Hipogeal adalah bila terjadi pemanjangan epikotil sehinggahipokotil ikut tertarik ke atas tanah tetapi kotiledon tetap di dalam tanah. Contoh padakacang kapri dan jagung (Medhina, http:// dhienazone.blogspot.com diakses pada tanggal 26 Juli 2012).

2.4  Fisiologi Perkecambahan
       - Tahap I (Proses awal perkecambahan (sebelum gejala perkecambahan nampak) :
1.    Imbibisi:
            *Permeabilitas kulit benih
            * Komposisi kimia benih
            * Suhu
            * Konsentrasi air
2. Reaktivasi:
            * enzim
            * respirasi (lintasan respirasi)
            * organel sel
            * sintesis RNA dan protein
       3. Inisiasi pertumbuhan embrio
       4. Retaknya kulit benih: munculnya akar menembus kulit benih (emerge)

       - Tahap II (Proses lanjut perkecambahan (sesudah gejala perkecambahan tampak     diawali dengan munculnya akar menembus kulit benih) :
       1. Perombakan cadangan makanan
            * karbohidrat
            * lemak
            * protein
            * phytin
       2. Respirasi (lintasan respirasi)
       3. Pertumbuhan kecambah
       4. Peranan fitohormon dalam metabolisme perkecambahan
            (Dwika, http://dwikahenny24.blogspot.com diakses pada tanggal 26 Juli 2012).


                                                 
               
                       






BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Alat dan bahan
            - Gelas mineral
            - Penggaris
            - Sendok
            - Kapas
            - Pasir
            - Pupuk kompos
            - Biji jagung
            - Air
3.2  Waktu dan Tempat Penelitian
            Hari / tanggal : Minggu, 22 Juli 2012
            Tempat           : Lempeh, Kost Tatang
3.3  Cara Kerja
            - Menyiapkan alat dan bahan
            - Membuat 3 media tanam yang berbeda dengan menggunakan gelas mineral
            - Memasukkan minimal 5 biji jagung pada masing-masing media tanam
            - Memberi perlakuan yang sama pada media tanam selama 6 hari
            - Mengamati dan mencatat pertumbuhan biji jagung tiap harinya

3.4  Cara Pengambilan Data
              Cara pengambilan data dilakukan dengan penelitian/percobaan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4. 1  Hasil Penelitian
            Berdasarkan hasil penelitian yang kami amati, dapat dperoleh data sebagai berikut :
Tabel 1 (Media tanam pasir)
Bagian tanaman
Tinggi tanaman hari ke-  (cm)
Rata-rata
(cm)
Ket.
1
2
3
4
5
6
Akar
0
0
0,2
0,6
1,0
1,9
0,925
Warna putih, semakin panjang akar semakin mengeriput dimulai hari ke-6.
Tunas daun
0
0
0,2
0,5
0,9
1,4
0,75
Besar, warna hijau.

Tabel 2 (Media tanam pupuk kompos)
Bagian tanaman
Tinggi tanaman hari ke-  (cm)
Rata-rata (cm)
Ket.
1
2
3
4
5
6
Akar
0
0
0,2
0,5
0,6
0,5
0,45
Warna putih, akar lama-lama mulai mengering / keriput dimulai dari hari ke-5.
Tunas daun
0
0
0
0
0,2
0,4
0,3
Kecil, warna putih.

Tabel 3 (Media tanam kapas)
Bagian tanaman
Tinggi tanaman hari ke-  (cm)
Rata-rata (cm)
Ket.
1
2
3
4
5
6
Akar
0
0
0,2
0,6
1,2
2,0
1,0
Warna putih, kecil, pada hari ke-6 mulai mengeriput.
Tunas daun
0
0
0,2
0,5
1,0
1,6
0,825
Agak kecil, warna hijau.
5.2  Pembahasan
            Didasari atas hasil pengamatan yang telah dilakukan, ternyata ada perbedaan kecepatan tumbuh  pada tanaman jagung. Ternyata, pada media tanam kapas pertumbuhan jagung lebih cepat dibandingkan dengan dengan media tanam lainnya yaitu pasir dan pupuk kompos. Hal ini disebabkan oleh  kondisi lembap yang menyebabkan banyak air diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel-sel. Dengan demikian,sel-sel akan lebih cepat mencapai ukuran maksimum sehingga tumbuhan akan bertambah besar.
            Pada media tanam pasir, rata-rata pertumbuhan tanaman jagung pada bagian akar selama 6 hari adalah 0,925 cm. Akar tanaman jagung awalnya berwarna putih segar, akan tetapi akar lama-lama mulai mengeriput pada hari ke-6. Sedangkan pada bagian tunas daun pertumbuhan rata-ratanya adalah 0,75 cm. Tunas daun memiliki bentuk daun yang cukup besar dan berwarna hijau.
            Pada media tanam pasir, rata-rata pertumbuhan tanaman jagung pada bagian akar selama 6 hari adalah 0,45 cm. Akar tanaman jagung awalnya berwarna putih segar, akan tetapi akar lama-lama mulai mengeriput pada hari ke-5. Sedangkan pada bagian tunas daun pertumbuhan rata-ratanya adalah 0,3 cm. Tunas daun memiliki bentuk daun yang kecil dan berwarna putih.
            Pada media tanam pasir, rata-rata pertumbuhan tanaman jagung pada bagian akar selama 6 hari adalah 1,0 cm. Akar tanaman jagung memiliki bentuk yang kecil, berwarna putih segar, akan tetapi akar lama-lama mulai mengeriput pada hari ke-6. Sedangkan pada bagian tunas daun pertumbuhan rata-ratanya adalah 0,825 cm. Tunas daun memiliki bentuk daun yang agak kecil dan berwarna hijau.


           





BAB V
PENUTUP

5.1  Kesimpulan
            Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan bahwa pengaruh media tanam juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Ternyata, unsur hara tidak memilki pengaruh besar terhadap tanaman karena memiliki kelembapan yang kurang dibandingkan dengan kapas.



















DAFTAR PUSTAKA
              
Anonim. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.  http://scripd.com diakases pada     tanggal 26 Juli 2012
Dwika. Fisiologi perkecambahan. http://dwikahenny24.blogspot.com diakses pada tanggal           26 Juli 2012
Kusumawati, Rohana dan Muhammad Luthfi Hidayat. 2012. Biologi. Klaten: Intan          Pariwara.
Medhina. Perkecambahan epigeal dan hipogeal. http:// dhienazone.blogspot.com diakses pada tanggal 26 Juli 2012).

Sababjalal. Faktor-faktor pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. http://sababjalal.wordpress.com diakses pada tanggal 26 Juli 2012














LAMPIRAN

 
Grafik 1 pada media tanam pasir

Grafik 2 pada media tanam pupuk kompos




Grafik 3 pada media tanam kapas


Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar