Kamis, 27 September 2012

Bioteknologi dalam Bidang Pengolahan Pangan


Bioteknologi dalam Bidang Pengolahan Pangan
Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya kita berkaitan erat dengan
bioteknologi. Beberapa jenis makanan dan minuman yang kita konsumsi
sebenarnya merupakan produk dari bioteknologi. Tape, roti, keju, atau
yoghurt adalah beberapa produk bioteknologi yang biasa dikonsumsi. Proses
untuk mengolah beberapa jenis makanan tersebut biasa disebut bioteknologi
sederhana. Apakah Anda tahu mikroorganisme yang berperan dalam pembuatannya?
Berikut contoh makanan dan minuman hasil dari bioteknologi.
a. Yoghurt
Yoghurt merupakan minuman hasil fermentasi susu menggunakan
bakteri Lactobacillus substilis atau Lactobacillus bulgaricus (Gambar 8.5). Bakteri
yang di manfaatkan mampu mendegradasi protein dalam susu menjadi asam
laktat. Proses degradasi ini disebut fermentasi asam laktat dan hasil akhirnya
dinamakan yoghurt.
b. Keju
Keju merupakan contoh produk bioteknologi yang cukup terkenal. Keju dibuat dengan bantuan bakteri pada susu. Bakteri tersebut dikenal sebagai bakteri asam laktat atau Lactobacillus. Bakteri
Lactobacillus mengubah laktosa menjadi asam laktat dan menyebabkan susu
menggumpal. Pada pembuatan keju, kondisi pH harus rendah. Kondisi pH yang rendah
membuat susu mengental. Akibatnya protein pada susu berubah menjadi
semi solid yang disebut curd. Proses ini dibantu dengan menambahkan enzim
renin. Enzim renin dapat diekstrak dari perut anak sapi. Namun, saat ini
enzim renin dapat diproduksi dalam skala besar dengan menggunakan teknik
rekayasa genetika.Setelah susu berubah menjadi curd, garam ditambahkan. Garam ini selain
untuk menambahkan rasa, berfungsi juga sebagai bahan pengawet. Bakteri
kemudian ditambahkan sesuai dengan tipe keju yang akan dibuat. Bakterimemecah protein dan lemak yang terdapat dalam keju.
Beberapa jenis keju mempunyai karakteristik tertentu dengan ditambahkan
mikroba lain, seperti jamur. Contohnya terdapat pada keju biru, yang
mempunyai karakteristik berwarna biru karena ditambahkan jamur pada
curd kejunya. Untuk mempercepat produksi keju, dapat ditambahkan enzim
bakteri selain bakteri pematang itu sendiri.
c. Tempe
Tempe adalah makanan khas Indonesia. Tempe merupakan makanan
yang terkenal di Asia Tenggara dan juga merupakan salah satu contoh produk
hasil bioteknologi. Tempe terbuat dari kacang kedelai. Karena terbuat dari
kacang kedelai yang merupakan sumber protein tinggi, tempe juga merupakan
makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi  Tempe dibuat dari kacang kedelai dengan dibantu oleh aktivitas jamur Rhizopus oryzae . Proses pembuatan tempe cukup sederhana dan
mudah dilakukan. Kacang kedelai dicuci bersih, lalu direbus hingga setengah
matang. Kemudian, kacang kedelai setengah matang direndam dalam air
selama kurang lebih 12 jam (semalaman).
Dengan direndamnya kacang kedelai, dapat menciptakan kondisi asam
sehingga mikroba yang biasanya membusukkan makanan dapat dicegah.
Setelah direndam, kacang kedelai kembali dicuci bersih dan direbus kembali
hingga matang.Kacang kedelai yang telah matang tersebut lalu didinginkan dan setelah
dingin ditambahkan ragi tempe. Ragi tempe adalah jamur Rhizopus oryzae.
Kacang kedelai yang telah dicampur dengan ragi tempe, lalu dibungkus
oleh daun pisang atau plastik yang dilubangi. Setelah dibungkus, lalu diperam
(difermentasi) selama satu malam. Akhirnya diperoleh tempe sebagai produk
bioteknologi. Untuk menambah wawasan bioteknologi Anda, lakukanlah
kegiatan berikut ini.
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar