Thursday, 27 September 2012

Bioteknologi dalam Bidang Kesehatan

Bioteknologi dalam Bidang Kesehatan Dalam bidang kesehatan, bioteknologi sudah lama digunakan. Misalnya, dalam pembuatan antibiotik yang dilakukan oleh Alexander Flemming pada tahun 1928. Selain dalam pembuatan antibiotik, bioteknologi berperan dalam bidang kesehatan lainnya, seperti pada pembuatan hormon dan bayi tabung.
a. Antibiotik Antibiotik merupakan senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu atau dibuat secara semisintetis. Antibiotik berguna menghambat atau membunuh pertumbuhan kuman penyebab penyakit. Antibiotik pertama yang ditemukan adalah antibiotik yang dihasilkan dari jamur Penicillium notatum (Gambar 8.9). Penisilin ini adalah antibiotik yang ampuh melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Antibiotik lainnya yang sekarang banyak dipakai adalah antibiotik yang berasal dari genus Streptomyces. Antibiotik yang termasuk kelompok ini adalah Streptomycin dan Tetracycline. Antibiotik tersebut sangat ampuh melawan bakteri Tubercullosis.
 b. Hormon Terdapat penyakit-penyakit tertentu pada manusia yang disebabkan oleh adanya masalah pada hormon. Misalnya, penyakit diabetes mellitus (DM) atau lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis. Penderita penyakit ini kekurangan hormon insulin sehingga kadar gula dalam darahnya sangat tinggi. Dengan adanya bioteknologi, saat ini hormon insulin telah dapat dihasilkan secara buatan (transgenik) dengan bantuan bakteri Escherichia coli

c. Bayi Tabung
Untuk dapat menghasilkan seorang bayi, harus terjadi pertemuan antara
sel telur ibu dan sel sperma ayah. Kadang kala proses pertemuan sel telur
dan sel sperma (fertilisasi) tidak dapat terjadi secara baik. Hal tersebut dapat
disebabkan oleh adanya penghalang di saluran telur, atau karena kualitas
sperma yang kurang bagus sehingga tidak dapat mencapai sel telur.
Jika terjadi masalah tersebut, dapat diatasi dengan teknologi yang
disebut teknologi bayi tabung (Gambar 8.11). Teknik bayi tabung ini adalah
teknik untuk mempertemukan sel sperma dan sel telur di luar tubuh sang
ibu (in vitro fertilization). Setelah terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel
telur ini terjadi, proses selanjutnya, embrio yang dihasilkan ditanamkan
kembali di rahim ibu hingga terbentuk bayi dan dilahirkan secara normal.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment