Rabu, 16 Mei 2012

teks Musicalisasi Puisi untuk para KORUPTOR

 Musicalisasi Puisi
Tema : KORUPTOR

Untuk iblis :
Aku adalah iblis penguasa
Penguasa dari para penguasa
Hasutanku akan menghancurkan mereka
Wahai manusia…..
Tamaklah pada harta mu
Durhaka pada tuhan mu
hahah

Untuk pemimpin/ koruptor  :
Wahai rakyat ku yang jelata
Apakah kalian inginkan sebutir nasi
Ataukah setetes air
Maka tunduklah pada ku
Takkan ada yang bisa mengalahkanku
Takkan ada yang sempurna seperti aku
Semua harus patuh padaku
Bagiku…..
Uang merupakan hamba yang sangat baik
Uang membuatku bahagia, sejahtra
Uang adalah segalanya
Segalanya…..
           
Persetan orang susah
Yang penting aku bahgia
Bahagia hahaha.

untuk iblis :
Wahai cucu adam !
Kau manusia sempurna
Kau tak tertandingi
Kau penguasa negeri ini
Mereka hanyalah manusia tak berguna
Tak perlu kau memberi mereka makan
Mereka hanyalah manusia malas
Tak mau bekerja, hanya meminta kasihmu
Biarkan mereka terlunta-lunta di jalanan
Sudahlah !
Keluh kesah mereka
Tangisan mereka
Jangan kau dengarkan!
Wahai sang pemimpin

Untuk rakyat jelata :
Wahai pemimpin kami
Ketika kami merintih pada mu
Ketika kami membutuhkan belas kasih mu
Kami menyebut namamu
Tapi, kau…. Kau… !!
Kau hanya tersenyum dengan  bibir manismu
Berbahagia di atas penderitaan kami
Tidakkah kau punya perasaan
Tidakkah kau memiliki belas kasihan ?
Wahai pemimpin bijaksana
Tidakkah kau punya hati nurani?
Lihatlah rakyatmu !
Kami  menderita kepemimpinanmu

Tidakkah kau punya kesadaran akan itu ?
Sungguh, kami sangat tersiksa atas perbuatanmu
Sadarlah ! perbuatanmu itu sungguh salah
Dan apakah kau tahu ?
Suatu hari Tuhan akan membalas semua ini
Untuk Iblis :
Rakyat tak berguna, bodoh!
Keluh kesah tidak akan digubris pemimpin
Mereka tamak atas harta mereka
Tapi, Tuhan!
Tuhan yang salah
Tuhanmu tak mendengarmu!
Tak mendengar tangismu, deritamu
Tuhanmu,
Meski tetes air matamu habis
Tuhanmu,
Tidak akan pernah melihatmu
Tidak akan!
Hahaha


Untuk rakyat jelata :
Kenapa ? kenapa Tuhan ?
Kenapa kau melakukan itu ?
Kau tahu, aku telah melakukan semua kewajiban yang kau anjurkan
Tapi apa ?
Kenapa balasanmu seperti ini ?
Kenapa ?

Pada saat manusia mengeluh dan ada yang tamak akan kekayaannya, Tuhan murka. Dia porak porandakan alam yang mereka tempati. Hal itu di akibatkan karena, iblis telah berhasil menghasut mereka. Iblis merasa bahagia. Dia telah menang.
Untuk koruptor :
Tuhan !!
Apa yang Kau lakukan ?
Kau hancurkan semuanya
Di mana hartaku ?
Kau mengambil tanpa sisa
Sekarang …
Harta yang dengan mudah  kudapat
kini semuanya musnah
kembalikan hartaku
kembaikan !!
aku tak bias hidup tanpa hartaku


Untuk  malaikat :
Mereka meronta – ronta dan merintih
Menggoreskan kabar kelam dalam hati
Tak banyak mahklukmu yang sadar
Bahkan mereka masih tetap menyalahkanmu
Lalu kau porak porandakan isi dunia
gunung – gunung menghamburkan baranya
Lautan menumpahkan cairannya
Bumi menggoyangkan perutnya
Tuhan…
Ketika aku bersimpuh menghadapmu
kuberharap hentikan amarahmu
karena aku tak sekuat dirimu
Wahai manusia!
Buka matamu, buka hatimu
Kau telah jauh mengarungi fatamorgana
Menggapai mimpi dengan tangan kotormu
            Perkataan malaikat menyadarkan mereka. Mereka sadar akan kesalahan yang mereka lakukan. Tak ada guna penyesalan itu, karena semuanya sudah terjadi. Mereka kalah dengan hasutan iblis.
Koruptor setelah bencana :
Tuhan…
Aku sadar cahayamu selalu menyertaiku
diatas puing-puing menimpaku
aku mohon berikan yang terbaik bagiku
Tuhan
Aku sadar cahayamu selalu menyertai
Diatas puing – puing menimpa ku
Aku mohon berikan yang terbaik bagiku 
Rakyat jelata setelah bencana :
Dan Tuhan…
Ku-lantunkan asmamu terakhir kalinya
sebelum aku menutup mataku
agar aku tetap disisimuu

TAMAT







Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar