Sabtu, 19 Mei 2012

BANGUNAN BERSEJARAH PENINGGALAN PENJAJAHAN JEPANG di sumbawa


BAB. I PENDAHULUAN
    A.    LATAR BELAKANG

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang menjadi taget penjajahan oleh bangsa-bangsa asing. Menurut  Nursed Sumaadmaja (2007) “terjadinya penjajahan di Indonesia tidak lepas dari masuknya bangsa barat ke asia tenggara pada abad ke-16 yang secara bertahap membawa bangsa Indonesia kelingkup perdagangan Intenasional dan secara bertahap pula kekuasaan bangsa asing masuk ke tanah air kita”. Bangsa-bangsa asing yang datang ke Indonesia dengan niat melakukan perdagangan disambut baik tenpa perasangka negatif sekalipun, bangsa Indonesia yang merupakan daerah penghasil rempah-rempah terbesar, tentunya menjadi magnet bagi bangsa asing yang berniat membeli rempah-repah. Namun lambat laun bangsa asing tersebut yang awalnya datang membeli rempah-remah beralih ingin menguasai perdagangan di Indonesia yang akirnya menjadi awal timbulnya penjajahan di anh air kita. Adapun bangsa yang pernah menjajah Indonesia ialah Spanyol, Ingris, dan Belanda.
Jepang merupakan satu-satunya bangsa Asia yang muncul sejajar dengan bangsa barat dan bahkan berhasil menjajah Indonesia.
Daerah Sumbawa yang merupakan bagian dari bangsa yang subur yaitu Bangsa Indonesia juga tidak luput dari sasaran penjajahan tersebut. Namun sayangna hingga saat ini belum banyak sumber yang memuat tentang keberadaan penjajah di Sumbawa dan sejarah penjajahan daerah Sumbawa.

Sehingga kami sebagai putra-putri tanah Samawa, mencoba mencari, menemukan dan meneliti peninggalan sejarah yang berkenaan akan penjajahan yang pernah terjadi di Sumbawa di masa lampau.

      B.  TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian yang kami lakukan selain sebagai sarat pencapaian KKM dalam mata pelajaran IPS di SMAN 2 Sumbawa, juga bertujuan untuk mencari beberapa peninggalan sejarah yang terdapat di Sumbawa khususnya yang berkaitan akan penjajahan.
  
      C. MANFAAT PENELITIAN

Setalah penelitian ini selesai manfaat yang diharapkan adalah mendapat pengetahuan baru yang berkaitan dengan sejarah daerah sendiri yaitu Tana Samawa.






BAB. II  PENELITIAN

A.    PROSEDUR PENELITIAN

Prosedur penelitian yang kami tempuh dalam penelitian kali ini ialah :

1.      Mencari informasi keberadaan peninggalan sejarah.
2.      Surfe lapangan.
3.      Pengamatan
4.      Wawancara
5.      pelaporan.

B.     HASIL PENELITIAN

Di Dusun Meno, Desa Rhee Loka, Kec. Rhee terdapat sebuah bangunan peninggalan sejarah yang merupakan sisa penjajahan Jepang. Peninggalan tersebut berupa MENARA dengan tinggi 5 meter, dan berbetuk persegi dengan luas 4 x 3 meter berdiri tegak sejauh 20 meter dari bibir pantai.

Setelah mengadakan wawancara dengan masyarakat setempat khususnya Bapak Hasan Sahiding, kami menemukan informasi bahwa pada pertengahan tahun 1942 di daerah tersebut merupakan lokasi pelabuhan dan sekaligus peristrirahatan para tentara jepang pada saat itu. Dan menara itu digunakan sebagai tanda bagi kapal-kapal jepang yang ingin berlabu di pelabuhan tersebut.

Daerah tersebut merupakan daerah tempat mengumpulan dan penyimpanan smentara stok persenjataan dan makanan serta minuman bagi para tentara. Slain itu daerah tersebut juga dijadikan sebagai daerah tempat mengumpulan barang-barang hasil jajahan.

Meski didaerah tersebut tidak terdapat bangunan berupa rumah atau pun kantor, namun lokasi tersebut selalu saja ramai akan tenda-tenda berukuran besar dan dalam jumlah yang cukup banyak.

Masyarakat sekitar pada saat itu sangat takut untuk mendekati daerah tersebut karna banyak tentara-tentara jepang yang lalu-lalang untuk mengontrol keadaan setempat. dan ada beberapa warga yang memang sengaja di panggil untuk di suruh membuat lubang penyimpanan barang. Namun hingga saat ini blum diktahui barang sperti apa yang di simpan didalamnya sbab ketika lubang telah slesai dibuat warga penggali lubang segera diminta meninggalkan lokasi galian.

Setelah akhir tahun 1945 tentara jepang dan kapal-kapal jepang yang biasanya berlabu di palabuan tersebut berangsur-angsur berkurang hingga akhirnya tidak ada lagi kapal yang berlabuh di pelabuhan tersebut.

C.     KESIMPULAN

Selah melakukan penelitian ini saya berkesimpulan bahwa :

1.      Pantai Pasir Putih yang ada di Dusun Meno pernah menjadi pelabuhan sekaligus markas persinggahan bagi para tentara jepang sejak tahun 1942 hingga 1945.

2.      Daera sumawa menyimpan beberapa peninggalan sejarah yang belum di publikasikan.
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar